Home / Artikel / Dr. Muhammad Asmi / Kita Jadikan Produk Mobil Asing Produk Indonesia Yang Pro Ekonomi Negara dan Rakyat Indonesia

Kita Jadikan Produk Mobil Asing Produk Indonesia Yang Pro Ekonomi Negara dan Rakyat Indonesia

DSC_0741

Kapan lagi Pemimpin Bangsa ini Peduli dan Mau Melakukan Trobosan yang “Real Revolusi Mental” untuk Membasmi Kemiskinan dengan Jujur, Ikhlas dan Amanah, “Tanpa Ada Kepentingan Pribadi, Tidak Ada Intervensi Partai-Partai Politik yang Berkepentingan Bisnis atau Transaksi Politik Bisnis.

Dengan Kuasa beli Rakyat Indonesia sejumlah 1,2 Juta unit pada tahun 2012 terus meningkat setiap tahun sehingga sejumlah 1,5 Juta Unit pada tahun 2014 lalu. Ini Wajah Satu Pencapaian dan Prestasi Qualitas Style Kehidupan dan Kemampuan Rakyat Indonesia Sudah Mulai “Improved ” dan dengan Kuasa Beli Rakyat Indonesia Sejumlah 1,5 Juta unit per tahun ini??? “Jangan
hanya kita diJadikan Alat oleh Penjajahan penguasa Ekonomi Dunia dengan Produk-Produk Mobil Asing Negara, Kita Kenyamanan dengan Merasa Puas dan Enjoy Memiliki Mobil Mereka, kita hanya Menikmati dan Enjoy dengan Memiliki Mobil-Mobil Asing ini, tetapi hanya Menguntungkan Negara Mereka adakah Kebodohan Pemimpin dan Bangsa Indonesia Sendiri mau diPerbodohkan dan Menjadi alat Pasaran Produk Mobil Dunia yang menjadikan Indonesia Potensial Pasaran Terbesar di
Asia Pasifik yang menguntungkan Negara pengeluaran Automobil Asing dan Merugikan Indonesia.

Waktu untuk Menguasai Pasaran Automobil Dunia Produk automobil CKD sebagai Produk Indonesia. Coba kita bayangkan untuk Menghasilkan mobil dari nol sehingga Siap Jual dan Ekspor, Membutuhkan 10 tenaga Kerja untuk menyiapkan satu Mobil siap Jual, dikali 1,5 Juta Mobil kuasa beli rakyat Indonesia menjadi 15 Juta Lowongan Pekerjaan bisa kita lowongkan, nah Sedikit Mimpi Besar Presiden Jokowi dengan Sasaran Indonesia akan Memproduksi Mobil Vkd Mulai tahun ini dengan Jumlah 5 Juta unit Mobil CKD Merek Mobil Popular dunia Dan 20% ke 30 % untuk Pasaran Domestik dan 70 % untuk Pasaran Dunia, Bayangkan dengan 50 Juta Lowongan Pekerjaan dan Potensi Pendapatan Pajak negara Rp 500 ke Rp 800 Triliun dapat
Negara hasilkan dan Tuntas Permasalahan Kemiskinan, Kriminalitas, Korupsi, Tiada Lagi Masalah Suku Dan Ras dan tidak ada yang Mau Jadi Teroris.

Inilah Inspirasi dan tuntutan dari setiap Rakyat Indonesia yang menuntut dengan sederhana saja keinginan Rakyat hanya memohon untuk mendapat Penyediaan peluang Pekerjaan dan Supaya Rakyat tidak hidup di dalam Kemiskinan.

Dengan Strategis Strategi ini kami Optimis Permasalahan Penganguran 8,9 Juta Jiwa dan 11,5 Juta Rakyat ‘miskin Indonesia tuntas setelah pada tahun 2019 tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

cukup dengan Kebijakan Kemitraan Pintar Presiden dengan memerintah Perintahkan Pengusaha dan Perusahaan Mobil Asing ini, dengan membuat Sistem dan Regulasi yang menawarkan Insentif-Insentif yang Konkrit dan Konsisten jamin Kesuksesan Program ini dengan lebih Permudah dengan Cepat untuk dilaksanakan dengan lebih Efektif dan Kompetitif.

Nah waktunya Indonesia Jadikan Produk Asing ini sebagai Produk Indonesia yang Menguntungkan Pendapatan Hasil Pajak negara tanpa membebankan Rakyat dan dana APBN.

Dengan Strategis dan Strategi ini juga Pasti Menjaminkan Pertumbuhan Drastis Perekonomian Negara dengan lebih terjamin Sukses dengan lebih Pro Kepentingan Negara dan Rakyat Indonesia, sekaligus kita Tuntas Permasalahan Penganguran dan Kemiskinan dalam 2 tahun Pemerintahan yang melakukan Strategis Strategi kami ini, tutur Dr. Muhammad Asmi sebagai Pengamat Ekonomi dari I AM President Institute Bogor.

Dan Kata Kunci kesuksesan ini adalah tetap diatas Kemauan dan Keberanian Presiden untuk MELAKUKAN PERUBAHAN SEMPURNA DENGAN KEBIJAKAN Beliau sebagai Presiden Indonesia yang menjadi Harapan Bangsa Indonesia Siap Melaksanakan Impian Negara Sesuai Inspirasi Rakyat Indonesia dan Jangan Ada Kepentingan Pribadi atau Kepentingan Koronisme, Nepotisme atau Kepentingan Transaksi Politik kepada mana-mana Ketum Palpor.

Insya Allah Program ini akan Sukses, tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis Indonesia akan Menjadi Pusat dan Penguasa Produksi dan Pengeksportir Mobil Mobil CKD Dunia, Dan Indonesia akan Memposisikan Indonesia sebagai Penguasai 25 % Pengeksportir pada Pasaran Automobil
CKD Dunia didalam jangka waktu 3 tahun kedepan.

Dengan Strategis Strategi ini pasti lebih terjamin Direksi Pertumbuhman Perekonomian Negara dengan Drastis, Melowongkan Lowongan Pekerjaan Sejumlah paling Minim 10 ke 30 Juta lowongan Pekerjaan kita lowongkan didalam Jangka Waktu 3 Tahun kedepan tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis.

Dari Prospek Keuntungan Negaraa dan Rakyat :

Proyek ini Akan membuka Banyak Binis Vendor dan Industri Dukungan dengan Produk-Produk Lokal dengan Sukses dan Menguntungkan Negara dengan Meningkatkan Pendapatan Hasil Pajak Negara paling minim USD 2000 per unit mobil dan USD 10,000 per Unit bagi mobil mewah, Bayangkan Sumbangan dari Produk Automobil Asing ini sampai USD 2 Billion (pajak dari 1000 unit Mobil biasa) dan USD 1 Billion dari Mobil Mewah ) belum termasuk Pajak Dari Vendor-vendor Industri.

Tidak Perlu Dana APBN Pusat / Daerah untuk membangun Proyek dan Program ini, Cukup dengan Kebijakan dan Keberanian Presiden Indonesia Membuat Kebijakan Kemitraan Pintar Sistem dan Regulasi Negara dengan Insentif dan Komitmen Fasilitas Terbaik dan Kompetitif pasti terjamin
Sukses untuk Memjamin Kesejahteraan dan Kebahagian bagi seluruh Rakyat Indonesia, Tanpa Perlu Mengambil Aksi Pinjam Dana Asing USD 11 Milyar Dari World Bank lagi dan pasti tidak membebankan Rakyat Indonesia.

Tidak Perlu Menaikan BBM yang mengundang inflasi serta Membebankan Rakyat Miskin Sehingga ada sampai Mati Kelaparan dibeberapa kejadian nyata Karena Kemiskinan. Rakyat dari Gulungan Mahasiswa, Guru-Guru, Aktivis, Golongan karya, Professional, sanggup Melakukan Perkara Ekstrim Seperti Kriminalitas, Korupsi, Teroris dan Permasalahan Suku dan Ras Tuntas.

Tidak akan Perlu Membengkak Hutang Luar Negeri, Ekspor Negara akan Melonjak dan tidak akan ada ancaman Anjlok Nilai Rupiah dan Tidak perlu naikan BBM atau Sembako lagi.

Kalau Keadilan Sosial sudah dinikmati oleh Keseluruhan Rakyat Indonesia dalam Menjelang 70 tahun Indonesia Merdeka? Sejumlah 11,5 jiwa Rakyat Indonesia tidak lagi Menganggur dan 8,9 Juta Rakyat tidak lagi Miskin dan Tidak lagi Mati Kelaparan dan Karena tidak Bekerja dan Tidak memiliki rumah kediaman, Karena tidak ada kepedulikan Presiden sebagai Pemimpin Negara yang diharapkan, Tidak Memperdulikan nasib Rakyatnya.

Karena Pemimpin tidak menyediakan Pekerjaan dan Kesejahteraan dengan menegakan keadilan Sosial bangsa Indonesia. Oleh Karena Pemimpin yang tidak mempedulikan nasib Merekalah Mengakibatkan Negara Menghadapi Permasalahan Kemiskinan, Kriminalitas, Korupsi, Teroris dan Permasalahan Suku dan Ras yang menjadi permasalah Konflik dan Mengancamkan Keamanan Negara Sekarang.

Sedangkan Pemimpin yang Mereka pilih merupakan Pemimpin yang bayangkan Sebagai Pemimpin Jagoan Rakyat dengan harapan bagi Seluruh Rakyat Indonesia ini, Optimis Presiden Mereka Bisa Melakukan PERUBAHAN DRASTIS ini demi untuk merubah kehidupan rakyat Dan Sesuai Pada Hari Kelahiran Dan HUT Pancasila 1 Juni 2015 ini. Rakyat Minta Sila Ke 5 yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Wajib ditunaikan Segera.

Rakyat Optimis Cukup dengan adanya Kebijakan Pewaris Pemimpin Indonesia/ Presiden kita hari ini untuk menunaikan Janji ini dengan Komitmen yang Konkrit. Cukup dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar IAP: BOT seperti berikut:

Komitmen Regulasi dan Perintah Presiden ysng ditunggu-tunggu oleh Publik dan Pengusaha untuk Membuster Perekonomian Rakyat:

1.Tidak ada kenaikan BBM, LPG, LISTRIK dan AIR Pump selama 5 Tahun Pemerintahan Presiden.

2. Perintah Pemerintahan Presiden tidak boleh naikan semua Harga Barang Konsumsi Rakyat, Semua Barang Sembako, Semua Bahan-Bahan Material Konstruksi, Bahan Industri dan Semua Barang-Barang yang menyebabkan Kenaikan Segala Biaya yang menyebabkan kenaikan “cost operational ” industri dan Sarana hidup rakyat.

3. Tangguhkan kenaikan Tarif Pajak, BEA Cukai , pajak Tol, Jangan ada usulan membuat cadangan Kenaikan tarif baru Government Service Tax (GST) dan jangan ada kenaikan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 Tahun Pemerintahan Jokowi dan Pemda. Ini adalah Strategi Kebijakan Presiden yang lebih Efektif dan Menjanjikan komitmen yang lebih Drastis Untuk mengembalikan “Kepercayaan Rakyat, Keyakinan Pasaran Keuangan Modal, Penstabilan
Politik, Strategi Pemerintahan untuk Mempercepatkan Proses Pertumbuhan Ekonomi dan Jaminan Konkrit Presiden ini akan meningkatkan Ekspor Produk-Produk Negara dan Produksi Produk-produk Indonesia akan meningkat belipat kali ganda dengan lebih beradidaya saing dan Jaminan
Menguatkan Nilai Rupiah.

Dr. Muhammad Asmi Optimis Dengan “3 Strategis Strategi Penangguhan” ini di Laksanakan oleh Presiden Jokowi, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Kepercayaan Investors Asing Dan Lokal untuk terus berinvestasi di RI ini dan dampak besarnya kepada murni Fundemental Ekonomi dengan lebih Terjamin Kongkrit Positif.

Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal bisa Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih Proving Produktif dan Kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan Produksi Produk-Produk Publik dan Industri di Indonesia dengan lebih “Fokus, Konsiten” dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan sekarang dan Produsen Produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil eksporproduk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia. Peningkatan ini karena Strategi Penanguhan tadi sudah pasti tidak ada Kenaikan biaya operasional, bahan material, tidak ada kenaikan Sembako, upah jasa dan transportasi tidak naik, fundamental ekonomi dan rupiah akan lebih terjamin menguat dari aksi Pemerintahan Sekarang yang hanya wacana Fundamental Ekonomi dan Rupiah akan terus menguat? Denga cara apa yang boleh meyakinkan dan mengembalikan kepercayaan Pengusaha dan Investor untuk meneruskan Bisnis dan investasi interest mereka di republik ini? Presiden tidak hanya bisa bikin janji yang tidak ada penentuan Produk Aksi Penyelamat yang konkrik? Apa Aksi yang mau dilakukan sekarang oleh Presiden harus lebih efektif untuk mengembalikan kepercayaan Publik.

Sehingga Waktu ini belum ada Jaminan Regulasi dan Sistem yang konkrit dari Pemerintahan Presiden Jokowi dan Dereksi Penyelamat Presiden masih tidak jelas ?

Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu wacana? Pasti tidak akan menjaminkan pertumbuhan Ekonomi Bisa terjadi dan nilai Rupiah tidak bisa terus bertahan dari presure tekanan defisit keuangan negara yang terus bocor, Jika Presiden/ Pemerintah tidak membuat Komitmen ini, dengan Specifik dan konkrit kepada Perubahan yang ditunggu-tunggu oleh Pasaran Ekonomi dan Pengusaha untuk terus Mempertahankan Investasi mereka di Negeri ini sebelum mereka pegi ke negara lain.

Oleh Karena itu sampai saat ini belum ada Aksi Komitmen Sistem Dan Regulasi yang Konkrit dari Presiden maka Pertumbuhan Perekonomian dan Investasi terhambat. Ini saran dan alarm kami supaya buat Evaluasi Cerdas dan Komitmen Presiden harus berani buat Komitmen yang lebih konkrit.

Kami Optimis Perubahan Drastis ini, Adalah Maneuver Penyelamat kebocoran Penarikan Dana Modal Asing Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud ucapan kampanye Investasi Presiden “We want you come to Indonesia to invest, there is My Peoples want Change, there is many “Incredible Opportunites in Indonesia and you can make” Incredible Profit for your Investment in Indonesia”. say again by Mr President with a joke ,”If you have a problem, Call me. !!!!…, during WEF in Jakarta.

ini benar-benar Komitmen Presiden yang berani memberi Komitmen dan jaminan yang Menjanjikan dengan Komitmen yang Konkrit. Seluruh Jajaran Pemerintahan Presiden Jokowi harus siap dengan Sistem dan Regulasi yang konkrit, untuk Siap Melayani kedatangan Para Pengusaha
dan Para Invesors untuk Berinvestasi Ke Indonesia.

Tutur DR. Muhammad Asmi

About admin

Check Also

Benny Menganggap Pansus Lebih Penting Ketimbang Pansus Pelindo II

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman menganggap pembentukan panitia khusus (pansus) tentang …

Leave a Reply