Home / Nasional / Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Panti-Pijat-COVER

Jelang Ramadhan, parat gencar melakukan razia praktek tempat pijat. Pasalnya, panti pijat plus-plus yang juga menawarkan jasa kepuasan nafsu para lelaki hidung belang masih tumbuh subur di sejumlah kawasan Bekasi.

Salah satu panti pijat “Tradisional Sumber Sehat” yang berlokasi di Desa Lubang Buaya. Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor, di Grebeg oleh Reskrim Polsek Setu (Sabtu, 6/6). Lantaran banyaknya laporan para warga mengenai adanya panti pijat yang diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung.

Kepala Kanit Reskrim Mapolsek Setu Ipda Hotman Sitompul SH menyampaikan, “Kemarin dari penggrebegan tersebut petugas pengamankan lima orang, dua terapis S(30) asal suka bumi, SR(38) asal bumiayu, bersama pemilik panti pijat EL(46) asal pekalongan jawa tengah, sedangkan YN (35) asal Surabaya terapis yang kedapatan sedang melayani Laki laki hidung belang MN(40) warga kampung jati desa burangkeng kec. Setu”.

Saat di Grebeg di ruang pijat Ibda Hotman Sitompul SH berkata, “YN seorang terapis memakai kaos tanpa celana dalam bersama laki-laki yang hanya mengenakan kaos, kepada petugas YN berkelit kalau dirinya melayani kencan, setiap melakukan pemijatan tamunya di kenakan biaya 100rb tapi di luar layanan plus-plus” ujarnya.

Sang pemilik bisnis EL yang dijuluki mami mengaku tidak tahu-menahu perihal pelayanan plus plus yang dilakukan para anak buahnya. Menurutnya, selama ini dirinya hanya meminta anak buahnya melakukan pemijitan dan tanpa adanya layanan plus plus.

“Padahal sudah jelas, anggota memergoki terpais tersebut sedang bercinta di kamar pijitnya bersama laki-laki hidung belang” papar Ibda Hotman Sitompul.

“Bagi kedua pelaku yang kepergok mesum, diberikan pembinaan dan menulis surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. Selain itu petugas juga mendata seluruh identitas (KTP) keduanya. Tambahnya.

“Apa bila masih melakukan hal serupa ,maka kita akan berkoordinasi oleh dinas terkait untuk menutup dan mencabut izin usahanya” tegas Ibda Hotman Sitompul SH

Dari data yang berhasil dihimpun petugas di lokasi panti pijat “Sumber Sehat” tarif jasa pijat dikenakan 100ribu, sedangkan jasa layanan seks dikenakan tarif 200 ribu.

(Evi)

About admin

Check Also

Berikut Laporan Kunjungan Kerja Komisi E DPRD DKI ke Bali

Seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, DPRD DKI juga membuat laporan setelah melakukan kunjugan …

Leave a Reply