Home / Artikel / Dr. Muhammad Asmi / Pinjaman Dana USD 11 Milyar Bukan Solusi Penyelesaian Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah

Pinjaman Dana USD 11 Milyar Bukan Solusi Penyelesaian Defisit Keuangan dan Anjloknya Rupiah

matahaticorp-rupiah-tersandung-gara-gara-perolehan-suara-pdi-p-01

Indonesia Pinjam Dana USD 11 Milyar lagi? baru 6 Bulan Pemerintahan Baru. Ini semua karena akibat anjloknya Pasaran Modal Keuangan Efek 500 point Bulan Februari 2015 lalu, hasil dari penarikan dana Asing yang terus berlaku sampai ke hari ini dan Peningkatan Pembiayaan Dana “Bail Out ” Pemerintahan untuk Menutupi Kebocoran anjloknya nilai rupiah, sekarang Pemerintah terpaksa mengcover kebocoran melalui biaya dana APBN 2015 terus membengkak.

Dari hasil analisis kita 6 bulan lalu, Hutang Negara akan bertambah hingga ke 1000 triliun sampai akhir Desember 2015 ini, Jika Pihak Presiden tidak Menangani Permasalahan ini dengan Kebijakan Pemerintahan Sekarang, hutang sekarang RP 2600 Triliun akan Membengkak ke Rp 4000 Triliun yang Mengancam kepada Bangkrutnya Sekali lagi kita Indonesia kembali lagi pada era Zonk 1998 hutang luar Negeri. Mantan Presiden SBY sudah menyelamatkan Hutang Negara Sejumlah Rp 3000 Triliun pada tahun 2004 dari IMF, sudah pertanda baik untuk Pemerintahan kedepan Indonesia dari Penjajahan Ekonomi, Dan kembali pinjam hanya sejumlah Rp 2600 triliun pada tahun 2009 yang Menjadi Warisan kepada Pemerintahan Pak Jokowi-JK dengan defisit lebih dari Rp 5300 Triliun dalam waktu 6 bulan, Dan kini mau tambah Pinjaman dari World bank USD 11 Milyar. Sebagai jalan Pintas Pemerintahan Jokowi-JK ini adalah Berbahaya.

sebab apa akibatnya Kalau Pemimpin Kita tidak Berani Melakukan Perubahan Drastis? sedangkan kita bisa Membangun Infrastruktur dan Perekonomian kita tanpa APBN Pusat Cukup Dengan apa kebijakan Pemimpin kita yang Memiliki dan Menguasai Gagasan Beliau yang Pro Rakyat demi kepentingan NKRI ? Kalau dulu Rakyat Siap Berkorban Untuk Negara bersama Pemimpin untuk Menentang Penjajahan dan Membebaskan Indonesia dari tekanan Penjajahan Beratus-ratus Tahun yang Lalu dan Kini Kita Sudah Merdeka Selama 70 tahun, Tetapi kenapa Rakyat Kita Tetap Miskin dan Pinjam Uang Dari World Bank Untuk Bangkit dan Bangunkan Perekonomian ? kenapa Harus Menyerah Sebelum Pemimpin Kita Turun Berperang ? Bangsa Indonesia Pernah Hebat, Kuat dan Mandiri di mata dunia. kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan lain-lain sehingga Perjuangan Menuntut Kemerdekaan oleh Bpk Bung Karno, Bung Hatta dan rekan-rekan seperjuangan beliau, secara Perjuangan Melalui Kebijakan Kepemimpinan Sukses Membebaskan

Indonesia Dari Penjajahan Asing setelah 20 tahun Berjuang dan akhirnya Sukses Membangun Persatuan Indonesia yang Merdeka dan Berdaulat ini, Kenapa Pemimpin Kita Lupa Sejarah? Indonesia yang diwariskan dengan Kedaulatan NKRI dengan Pancasila dan UUD 1995 sebagai Benang Merah dan Patokan Harga Mati jika diUsik dan diRusak oleh Para Pemimpin yang Serakah dan Koruptur sebagai Pemimpin telah Menzalimi Kepentingan Negara dan Rakyatnya Karena lebih Mementingkan Kepentingan pribadi, Koronisme dan Nepotisme secara sadar atau tidak adalah Seorang Pemimpin yang Zalim dan Seorang Pemimpin yang Bangkrut Ideologi dan bukan Negarawan Sejati.

Aksi Pemerintah Melakukan Pinjaman kali Ini, adalah sebagai tindakan Menyerah diri kepada Penjajahan Perekonomian Dunia Secara perlahan-lahan Seperti Virus Kanker? Karena Pemimpin Indonesia hari ini telah Menyerah dan kalah tanpa berjuang dengan Berani dan tidak Memiliki Kebijakan Kepemimpinan Sejati. Karena Sudah Bangkrut Ideologi tidak Menguasai Gagasan Secara Mutlak Sebagai Pemimpin yang Lemah dan Tidak Layak Memimpin Negara. Indonesia yang Kaya dengan SDA dan SDM kenapa harus Pijam Dana dengan World Bank atau IMF? Sedangkan Pemimpin Indonesia Memiliki Kewenangan untuk Melaksanakan Kebijakan Kepemimpinan yang luar biasa untuk Indonesia Keluar dari Krisis Perekonomian Dunia ini dan Indonesia Bisa Membangun Sendiri Pertumbuhan Perekonomian dan Infrastruktur Kita tanpa Perlu Pinjam Dana dari World Bank atau Institusi perbankan Bank Dunia manapun ? Cukup dengan Kebijakan Presiden yang Berani Melakukan Komitmen untuk Membuat Sistem dan Regulasi Pemerintahan yang lebih Bersahabat, yang lebih Efektif dan Efisien secara lebih Kongkrit untuk Meyakini Publik, Pengusaha dan Para Investor untuk Membatu Indonesia Membanggun Perekonomian Indonesia lebih Efektif dan Kompetitif .Sebagai Pengamat ekonomi dengan 3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar IAP Institute Bogor kami Optimis Pemerintahan Jokowi tidak Perlu Pinjam Dana Asing dari World Bank Sekarang. Dalam Usaha Menyelamatkan Perekonomian yang mendampakan kepada Defisitnya Keuangan Negara dan Anjloknya Rupiah? “Jangan Pilih Jalan Singkat ” dengan Solusi Pinjam Dana Asing ?Karena jalan ini akan membawa Indonesia di timpa Kecelakaan yang lebih Memburuk lagi Perekonomian Hegara sebagai Perangkap dan Permainan Penjajahan Kuasa Ekonomi Dunia.

tutur Dr. Muhammad Asmi Presiden Direktur IAP INSTITUTE
BOGOR INDONESIA

About admin

Check Also

Berikut Laporan Kunjungan Kerja Komisi E DPRD DKI ke Bali

Seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, DPRD DKI juga membuat laporan setelah melakukan kunjugan …

Leave a Reply