Home / Artikel / Dr. Muhammad Asmi / Saatnya Presiden Beraksi Dengan Strategis Yang Lebih Drastis

Saatnya Presiden Beraksi Dengan Strategis Yang Lebih Drastis

jokowi-presiden-macan-ompong

Saatnya Presiden beraksi dengan Strategis yang lebih Drastis untuk Menyelamatkan situasi krisis Defisit Keuangan negara dan karena kenaikan biaya operasional seluruh industri dan Anjloknya Rupiah dari berterusan mendampakan Penarikan Modal dana Asing terus Berlaku di Pasaran Modal Keuangan oleh Pengusaha dan Investors Asing dan lokal.

Dampak penurunan BBM Tidak akan berhasil mendongkrak Fundamental Ekonomi dan nilai Rupiah karena Biaya Operasional Publik Dan Pengusaha tetap terus naik dan Inflasi akan tetap terus membengkak, jika tidak ada aksi perintah pengawasan dan kontrol pelaksanaan ke kelapangan.

Sampai hari ini belum ada dampak positif di Pasaran Modal dan rupiah akan tetap Anjlok dari Rp 12,400 ke 13,500 Per USD 1.00 Amerika.Sekiranya Pemerintahan Jokowi tidak melakukan Aksi Drastis dalam Jangka Waktu 6 Bulan ini. IAP Institute sarankan Bp. Presiden Perkenalkan ‘Strategi Penanguhan’ Kenaik BBM dengan Komitmen Presiden :

1.Tidak ada kenaikan BBM, LPG, LISTRIK dan AIR Pump.

2. Perintah Pemerintahan Presiden tidak boleh menaikan Harga Barang Konsumsi Rakyat, Sembako, Bahan Bahan Material Konstruksi, Bahan Industri dan Semua Barang-barang yang menyebabkan Kenaikan segala Biaya yang menyebabkan kenaikan “cost operational” industri dan Sara hidup rakyat.

3. Tangguhkan kenaikan Tarif Pajak, BEA Cukai, pajak Tol, Jangan ada
usulan membuat cadangan kenaikan tarif baru Government Service Tax (GST) dan jangan ada kenaikan Biaya Administrasi Penerintahan selama 5
Tahun Pemerintahan Jokowi.

Ini adalah Strategi Kebijakan Presiden yang lebih Efektif dan Menjanjikan komitmen yang lebih Drastis Untuk mengembalikan “Kepercayaan Rakyat, Keyakinan Pasaran Keuangan Modal, Penstabilan Politik, Strategi Pemerintahan untuk Mempercepatkan Proses Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan Ekspor Negara dan Strategi untuk meningkatkan Ekspor Produk Indonesia dan Menguatkan Nilai Rupiah. Kami Optimis Dengan Strategi Penanguhan ini dilaksanakan oleh Presiden Indonesia, Pasti menjaminkan Kembalinya Keyakinan Publik, Pengusaha dan Kepercayaan Investors Asing Dan Lokal untuk terus berinvestasi di RI ini.

Dengan Strategi ini kami optimis Para Pengusaha dan Investors Asing atau lokal bisa Fokus dan melakukan Projection 5 tahun dengan lebih produktif dan kompetitif dalam Jangka Waktu Panjang bagi perencanaan projeksi Kemampuan produksi. Produk-produk Publik dan Industri di Indonesia dengan lebih fokus, konsisten dan pasti dengan Kemampuan kapasitas manufacturing mereka meningkat 2 ke 3 kali lipat dari kapasitas normal Produksi dari Kemampuan sekarang dan Produsen Produk-produk Indonesia pasti dijamin meningkatkan hasil ekspor produk Indonesia dengan lebih beradidaya saing di pasaran dunia.

Peningkatan ini karena Strategi Penanguhan tadi sudah pasti tidak ada Kenaikan kos operasional, bahan material, tidak ada kenaikan Sembako , upah jasa dan transportasi tidak naik, fundamental ekonomi dan rupiah akan lebih terjamin menguat dari aksi Pemerintahan Sekarang yang hanya wacana Fundamental Ekonomi dan Rupiah akan terus menguat ? Denga cara apa yang boleh meyakinkan dan mengembalikan kepercayaan Pengusaha dan Investor untuk teruskan Bisnis dan investasi interest mereka di republik ini? Presiden tidak hanya bisa bikin janji yang tidak ada penentuan Produk Aksi Penyelamat yang konkrit?, Apa Produk Aksi yang mau dilakukan sekarang masih tidak jelas ?

Kalau sekadar dengan program yang hanya masih abu-abu ? Pasti tidak mungkin Ekonomi dan nilai Rupiah tidak bisa terus bertahan? Jika Presiden/ Pemerintah tidak ada Komitmen yang Specifik dan konkrit kepada Perubahan yang di tunggu-tunggu oleh Pasaran Ekonomi dan Pengusaha untuk bertahan, karena ada Aksi ‘Penangguhan’ keatas nadi industri ( Bahan Energi, Sembako dan Tidak ada kenaikan Tarif Pajak , dan Bea Cukai dan Biaya Administrasi Pemerintahan) dengan aksi Strategi Presiden yang bukan hanya ” Empty Promise” ( Wacana Kosong), Ini Komitmen Presiden Solid.

Kami Optimis Perubahan Drastis adakah Manuver Pasaran akan Lebih kompetitif dengan lebih riil sesuai maksud ucapan Presiden we want you come to Indonesia to invest” there is My Peoples meant Change thervis many “Incredible Opportunites in Indonesia and you can make” Incredible Profit for your investment in Indonesia..you have problem Call me!!!!…, ini benar-benar Presiden berani memberkani Komitmen dan jaminan yang Menjanjikan dengan Komitmen yang Konkrit. Seluruh Jajaran Pemerintahan Presiden Jokowi harus siap dengan Sistem dan Regulasi yang konkrit, untuk Siap Melayani kedatangan Para Pengusaha dan Para Investors untuk Berinvestasi Ke Indonesia..

Sesuai kampanye Investasi dari ucapan Undangan Presiden Jokowi pada acara Peresmian World Economic Forum agar membuahkan hasil yang lebih terjamin sukses, melihat kesungguhan Indonesia dijamin memberi Keyakinan Pasaran dan Kepercayaan Pengusaha untuk Terus bertahan dan terus berinvestasi di RI ini.

Dan jika tidak ada Aksi drastis Penangguhan seperti ini? Kami optimis Kondisi Pasaran Modal Keuangan dan Rupiah akan terus Anjlok ke nilai Rp 13,000 ke 14,000 per USD 1.00 dalam Jangka waktu 6 bulan ke depan. Maka kami usulkan Presiden berani dan segera melakukan Aksi Strategi.

Penangguhan inilah Aksi arti ‘Revolusi Mental’ yang real Out Of The Box, dengan ‘Strategi Penangguhan’ ini, kami Optimis Bisa Mengundang Banyak lagi Investors Asing Dan Lokal untuk berinvestasi dan Presiden dari Jajaran Kementeriannya pasti lebih mudah untuk mempercepat proses Pelaksanaan Gagasan Master Plan dan Produk Program Ekonomi Presiden lebih Terjamin terlaksana dengan Sempurna, karena Rakyat dan Pasar Ekonomi lebih yakin dan Percaya dengan kemampuan pemerintah dalam mempertahankan Fundamental Ekonomi dan Nilai Rupiah akan lebih kuat.

Indonesia pasti akan lebih kompetitif sebagai Negara Potensial Investasi selama lima tahun ke depan dan kami memiliki Mekanisme untuk mempercepat proses Perijinan Terpadu Satu Pintu dengan lebih Effisien dan Effektif untuk mempercepat proses pelaksanaan dan Pengembangan Perekonomian Negara dengan lebih Sempurna dan Pasti lebih Pro Kepentingan Negara, Pro Rakyat dan Pro Bisnis.

Tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis sebagai Pengamat Ekokomi IAP Institute.

About admin

Check Also

Berikut Laporan Kunjungan Kerja Komisi E DPRD DKI ke Bali

Seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, DPRD DKI juga membuat laporan setelah melakukan kunjugan …

Leave a Reply