Home / Nasional / Perjuangan Hidup Seorang Tukang Parkir

Perjuangan Hidup Seorang Tukang Parkir

capture-20150620-081903

Setiap hari Pak Aep selalu siap sedia ditempat parkir dimana ia bekerja. Seorang ayah yang sekaligus kakek parubayah berumur sekitar 57 tahun, bertempat tinggal di Tapos Cibinong. Tanganya melambai-lambai mengisyaratkan sesuatu dengan meniup peluit yang digantungkan di lehernya. Semua kendaraan yang masuk diatur sedemikian rupa agar tertata rapih dan tertib. Dengan ketelitian yang tinggi pula, ketika ada pemilik kendaraan yang ingin keluar dari tempat parkir, beliau memberikan aba-aba dengan suara yang lantang dan usia pun tak menjadi penghalang bagi Pak Aep demi mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Aba- aba yang diberikan bertujuan untuk menghindari gesekan antara mobil yang satu dengan yang lain agar mobil keluar dengan benar-benar aman tanpa ada lecet, goresan dan kekurangan sedikitpun.

Dipertengahan hari dibawah terik panasnya matahari dalam suasana bulan suci Ramadhan dengan kondisi menjalankan ibadah puasa, beliau masih terlihat gagah mengatur lalu lalang kendaraan yang ia pun tak mengenali siapa pengendara mobil tersebut. Tak tahu sampai kapan ia harus menjaga dan harus siap siaga tak pernah bisa berharap untuk beristirahat walau sejenak. Baru saja duduk melepas lelah ada saja kendaraan yang masuk maupun keluar, beliau harus merelakan waktunya untuk melepas lelah demi mengatur lalu lalang kendaraan yang ingin parkir. Menjaga kendaraan orang lain dengan tulus ikhlas dan ketekunan bukan hal yang mudah, karena menjaga sesuatu milik orang lain itu adalah tugas yang memiliki tanggung jawab tinggi.

Tetapi semua yang ia lakukan semata-mata ingin mencari nafkah untuk keluarganya dirumah, menjalankan rutinitas yang menguras keringat tak menjadi penghalang baginya. Beliau menjalani rutinitas tersebut dengan ikhlas dan tulus karena ingin mendapatkan keberkahan disetiap pekerjaan yang ia lakukan.

Sama dengan Allah yang menitipkan kita sepasang mata, sepasang tangan, kaki, telinga. Maka selayaknya kita menjaga amanah tersebut dengan menggunakannya untuk hal-hal kebaikan (positif) atau sesuai dengan perintah Allah SWT. Melihat indahnya dunia beserta isinya, membaca Al-qur’an yang dapat dijadikan bahan renungan, bahwa Allah SWT adalah maha besar dengan kuasa agung-Nya yang terhampat, terlihat dan terbukti kebenarannya.

(Eva)

About admin

Check Also

Berikut Laporan Kunjungan Kerja Komisi E DPRD DKI ke Bali

Seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, DPRD DKI juga membuat laporan setelah melakukan kunjugan …

Leave a Reply