Home / Artikel / PINJAM DANA DARI WORLD BANK LAGI UNTUK ATASI DEFISIT KEUANGAN NEGARA DAN ANJLOK NILAI RUPIAH ADALAH JALAN PINTAS “INDONESIA FOR SALES”

PINJAM DANA DARI WORLD BANK LAGI UNTUK ATASI DEFISIT KEUANGAN NEGARA DAN ANJLOK NILAI RUPIAH ADALAH JALAN PINTAS “INDONESIA FOR SALES”

IMG_1721 (1)

Indonesia tidak perlu Pinjaman Dana Asing Lagi untuk Bangun Perekonomian dan Infrastruktur Negara, Menurut Pengamatan Dr. Muhammad Asmi sebagai Penulis Buku Terbaru Beliau Berjudul Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030 terbitan Gramedia Indonesia. Presiden Membutuhkan “3 Strategis Strategi Penangguhan Pintar” Sebagai Prioritas Strategis Presiden dan Jajaran Pemerintahan Sekarang dengan Versi IAP: BOT seperti yang kami sarankan dibawah ini. Jangan Sampai Indonesia dijajah oleh Penjajahan Penguasa Ekonomi dunia, Karena Menghadapi Krisis dan Permasalahan Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya nilai Rupiah.

Saran kami sebagai Pengamat Opini Perekonomian Indonesia, “Jangan Pilih jalan Pintas” dan “Jangan Tambah Hutang Luar Negeri”, Sekarang sudah Ro 3( +-) Ribu Triliun Hutang Luar Negeri dan Sekarang Mau tambah lagi hutang USD 11 Billion / Rp 144 Triliun) dan Hutang RP 520 Ribu Triliun Rupiah dari Negara China untuk Proyek Bangun Infrastruktur dan Pasti Membengkak Bertambah Biaya APBN 2015 Pusat, Karena pada awal Feb 2015 lalu, Sejumlah Rp 500 lebih Triliun Rupiah Dana APBN 2015 membengkak Kebocoran di Efek Jakarta karena tarikan Modal Dana Asing di Pasaran Modal Efek Jakarta ambruk 535 point, Sekarang Pemerintahan Jokowi JK Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana dari World Bank, ADB dan IMF, aksi ini adalah “Jalan Pintas Merugikan Negara” ? Dan Aksi ini hanya bersifat Sementara untuk Mengimbang Nilai rupiah ketahap tetap untuk di Pertahankan dikadar Rp 13,000 per Dollar Amerika adalah Salah dan Berbahaya Indonesia bisa Bangkrut seperti Sejarah Hitam tahun 1998 …

Aksi Strategi Jalan Pintas Pinjaman Dana Asing ini Sama Artinya dengan
tanpa disengaja dan disadari Pemimpin telah bertujuan “Menjual Indonesia kepada Penguasa Penjajahan ekonomi Dunia”… Dan Kalau Berkelanjutan Strategi ini artinya Pemimpin kita Sudah Bangkrut Ide dan Menyerah Kalah Sebelum Berjuang dan Sebagai Pemimpin yang lemah dan Menzalimi Kedaulatan NKRI dan Rakyat Indonesia. Dengan Strategi Pemerintahan Sekarang ini, Hutang Luar Negeri Negara bisa Membengkak drastis sampai ketahap Rupiah 1,2 Ribu ke Rp 4,2 Ribu Triliun sampai bulan Dec 2015 ini, jika Pemerintah tetap Mengikut Perintah dan Pola Main Bank Dunia dan IMF ” dan Strategi Negara Asing yang berniat jahat dengan Pola Strategi tetap menaikan BBM, LPG dan Semua Bahan Sembako yang Puncak Energi yang Pasti Meningkatkan Biaya Cost Operational dan Kehidupan Harian Rakyat, Para Pengusaha Industri, Konstruksi, Perdagangan Pengusaha, Para Investors, Para Petani, Nelayan dan Seluruh Rakyat Indonesia dalam bahaya Imflasi dan Krisis. Sudah terbukti Pemerintah baru 9 Bulan sudah Tambah Biaya APBN lebih dari Rp 1 ribu Triliun melalui BUMN, Asean Keuangan Modal Efek Jakarta, Garuda, Proyek Refinancing Proyek Jalan Tol Bali, Melalui Beberapa proyek Pelabuhan kecil dan Sekarang Indonesia siap mau Pinjam Uang Luar negeri lagi dari Negara China sejumlah USD 50 Billion (Rp 520 triliun) untuk Proyek Infrastruktur di Republik Indonesia ? Dan ini adalah Jalan Pintas dan Strategi Pihak Penjajahan Perekonomian Dunia….

Pinjam Uang Luar Negeri mudah kalau ada kolektor atau Transaksi Proyek pasti bisa dapat pinjamannya ? Tetapi Pemerintah Indonesia Sekarang pasti terikat dengan Perjanjian Kolektor yang pasti lebih Sepihak dan Siapa yang bayar dan tanggung semua hutang dan Bayar hutang negara ini? sudah pasti Rakyat Indonesia, Sedangkan Rakyat pasti tidak mampu membayar sekalipun koleksi dari hasil pajak 50 ke 100 tahun baru mungkin selesai?…. Kepada Para Tim Penasihat Ekonomi dan Hukum Presiden, Supaya lebih Berhati-hati dalam membuat Perencanaan Plan Perekonomian Pemerintahan Jokowi JK, Sila buat Penelitian dengan baik nasihat kami dan Saran kami siap buat bedah Strategi kami lebih Efektif dan Kompetitif serta terjamin Menguntungkan Negara dan Rakyat Indonesia.. Ini Agenda dan Strategis Strategi yang di Prioritas Kebutuhan Indonesia : Pemerintahan wajib melakukan Strategik Strategi yang Sederhana Saja, Kami gelar ini ialah “Strategi Penangguhan Pintar Pemerintah”(Smart Government Holding Strategic Strategy) , seperti yang dimasukkan dibawah ini:

1.  Dengan Perintah Presiden Tidak ada Kenaikan Semua sumber Bahan Energi (BBM, LPG, LISTRIK, dan AIR PUMP dengan komitmen sekarang sebagai Strategi Prioritas Perintah Presiden untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan Pasar dan Rakyat Indonesia kepada Kemampuan Pemerintahan baru menyelamatkan Ekonomi Indonesia.

2.  Larangan keras dan tidak ada kenaikan Bahan Sembako, Bahan Materials Industri dan larangan kenaikan biaya T Transportasi, Tol dan yang lain-lain terkait kepada bahan yang meningkatkan biaya Operasional produksi Produk Perekonomian Negara.

3. Satu komitmen dratis Presiden/ Pemerintah tidak ada kenaikan semua Pajak, BEA CUKAI dan Biaya Administrasi Pemerintahan selama 5 tahun Periode Pemerintahan Presiden keatas 3 Item diatas sebagai strategi Stimulasi Pertumbuhan Perekonomian sebagai Jaminan konkret Presiden untuk mengembalikan jaminan Kepercayaan dan Keyakinan Pasaran Modal Keuangan kepada Substansi Menjamin Fundamental Pertumbuhan Perekonomian dengan drastis dan Rupiah lebih terjamin setelah 3 bulan kedepan terlaksananya Strategi Penyelamat ini tutur Dr Muhammad Asmi dengan optimis.

Jika Pilih Jalan Pintas Pinjam Dana Asing, Naik BBM dan LPG lagi, Pemerintahan Jokowi dan JK akan Bangkrut dan Gagal karena dibebankan oleh Krisis Hutang Luar Negeri yang amat besar.,., Sekarang Rakyat, Para Pengusaha dan Para Investors tidak Percaya dan tidak Yakin kepada kemampuan Sistem Pemerintahan yang tidak Konsisten dan Tidak Konkret dengan Jaminan Pembenahan Sistem dan Regulasi Pemerintah yang Sistematis, konkret, Kompeten yang Menjaminkan Harapan Publik (Hope) bahwa Pemerintahan Jokowi mampu memberi komitmen dan Jaminan Fundamental Perekonomian Indonesia bisa bertahan dan Indonesia bisa membangun negara dengan tidak memiliki Strategis Strategi yang lebih terjamin dan Konkret. Dengan tetap Strategi Pemerintah untuk Aksi Menaikan harga BBM setelah lebaran dan pasti mengundang kenaikan LPG , Listrik dan Air Pump dan Pasti mengundang kenaikan Sembako dan semua Biaya Operasional Industri dan Publik naik Mengundang Bahaya Krisis Ekonomi lebih Memburuk dan Membebankan Kepada Ancaman Nilai Rupiah akan terus Mencapai kepada tahap Rupiah 14,000 Ke Rp 14,500 ribu per Dollar pada Dec 2015 ini.

Kalau tidak ada Aksi dan Komitmen Dari Presiden Jokowi dan Seluruh Jajaran Kementerian Beliau akan lebih Memburuk keadaan Krisis Ekonomi dan Menambah Membengkak Hutang Luar Negeri bisa menjadi Rp 4 Ribu Triliun Rupiah pada Dec 2015 ini dan Biaya APBN Pusat 2015 pasti akan lebih Membengkak Defisit Keuangan negara kepada mencapai Rp 1,2 Ribu Triliun Rupiah dampak aksi jalan Pintas Pilihan Pemerintahan Sekarang… Tren Sekarang adalah Tren Mainan Penjajahan Ekonomi Dunia dan Siap Untuk Pinjam Uang Kepada Indonesia yang Berpotensi Menjadi Kuasa Ekonomi Dunia sebelum tahun 2030 Menjadi Gagal karena terpaksa Berhutang Dengan Negara-Negara Penguasa Ekonomi Dunia Melalui Bank Dunia, ADB dan Paling Bahaya IMF…. “Ini Sekadar Highlights dan Warning kepada Pemerintahan Jokowi dan JK, Indonesia dari 6 Bulan Kedepan bisa lebih Memburuk kalau meneruskan cadangan menaikan aksi Jalan Pintas ini ” menaikan BBM, LPG dan Pinjam Uang Luar Negeri Wajib dihentikan… Para Pemimpin harus Fokus pada Puncak Segala Krisis adalah “KESEJAHTERAAN DAN KEBAHAGIAAN” Rakyat Indonesia Sesuai Komitmen Kampanye Pilpres Presiden Jokowi JK.. Pemerintah Harus Memilih Strategi yang Tepat dan Harus Berkorban Waktu dan Sedikit Modal Kerugian Awal Pemerintah Jokowi JK sebagai Investment Capital Negara , tetapi Aksi ini Memberi Jaminan Pulangnya Pendapatan Negara yang terjamin Menguntungkan Pulang yang Besar dalam 2 tahun Ke Depan dengan Sasaran 7% GDP pasti menjadi Realita dengan Target dan Strategi yang tepat tidak Perlu Berhutang dengan Bank Dunia/ IMF dan Negara Asing, Cukup Presiden kita Gunakan Kebijakan Pintar Pemerintahan seperti yang kami hasilkan Strategi dari hasil Riset dan Pengalaman Kami di Negara China, India dan Dubai, Abu Dhabi UAE bisa menjadi Penguasa Ekonomi Dunia hanya dalam jangka waktu 30 tahun..

Sebenarnya dengan Kewenangan Presiden yang Berani dan Wajib Memiliki Mimpi Besar sesuai dengan Impian Negara dan Inspirasi Rakyat Indonesia, kita mampu Bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara tanpa Menggunakan Dana APBN , Cukup dengan Komitmen Kebijakan Presiden dengan 3 Strategis Strategis Penangguhan IAP: BOT pada Bab 5 dan Bab 6 (Item 1,2 dan 3)….Indonesia akan Menjadi Pusat investasi bagi para Investors dunia sebagai ” The New Dragon Of Asia” Bisa dicapai dalam Pemerintahan Jokowi JK dalam Periode Pertama ini tutur Dr. Muhammad Asmi dengan Optimis..

Dapatkan Buku Terbaru hasil Riset dan tulisan Dr. Muhammad Asmi Berjudul “Indonesia Kuasa Ekonomi Ke 5 Besar Dunia”, dengan judul Kecil Indonesia Bisa Bangun Infrastruktur dan Perekonomian Negara tanpa perlu Menggunakan biaya Dana APBN. ( terbitan Gramedia dan Sudah berada dipasaran di Seluruh outlet toko-toko Gramedia di Indonesia)…

About admin

Check Also

Benny Menganggap Pansus Lebih Penting Ketimbang Pansus Pelindo II

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman menganggap pembentukan panitia khusus (pansus) tentang …

Leave a Reply