Home / Hukum / Peringati Hari Anti Narkoba, PKNB Gelar Aksi Damai di Depan BNNK Bogor

Peringati Hari Anti Narkoba, PKNB Gelar Aksi Damai di Depan BNNK Bogor

IMG_5360

Persaudaraan Korban Napza Bogor (PKNB) dalam aksinya di depan gedung BNNK Bogor menuntut adanya sistem yang serius dari pemerintah terkait pemberantasan narkoba di Indonesia, Jumat (26/06/15). Mereka menilai bahwa para pengguna napza yang sesungguhnya adalah korban kesalahan sistem, justru kerap dijadikan sebagai objek yang diperangi.

“seruan pemerintah untuk memerangi narkoba seringkali berimbas pada pemaksaan rehabilitasi terhadap banyak pengguna narkoba, bahkan lebih buruk lagi mereka yang sesungguhnya merupakan korban penyalahgunaan napza justru dijebloskan kepenjara layaknya pelaku criminal dan koruptor” seru salah seorang peserta aksi damai yang didengarkan langsung oleh Nugraha Setia Budi selaku Kepala BNNK Bogor.

Mereka juga menuntut adanya layanan perawatan kesehatan yang komperhensif dan mudah diakses bagi pengguna napza, serta dibentuknya komite nasional yang melibatkan akademisi, BNN, Kemenkes, Kemensos, Kemenhumkam, penyedia layanan, serta perwakilan berbagai, komunitas dan implementasi layanan berbasis BUMN.

Menurut Ketua Koordinator PKNB, Dody, “Perang terhadap narkoba sama dengan perang terhadap manusia, Darurat narkoba sama dengan target 100.000 rehabilitasi paksa, Program 100.000 sama dengan pemenjaraan hak, serta kriminalisasi bagi yang lainnya”.IMG_5362

Menanggapi ungkapan ‘perang terhadap narkoba’, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor Nugraha Setia Budi menegaskan bahwa kata ‘perang’ bukan ditujukan kepada para pengguna napza yang selama ini menjadi korban, “Kata perang kami arahkan kepada para Bandar maupun pengedar. Bukan kepada para pengguna yang justru harus dibantu untuk pulih”.

Selanjutnya, Nugraha juga menyampaikan, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur yang berokasi di Jalan Pengayoman, Komplek Perumahan Kementerian Hukum dan HAM RI Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor akan dijadikan tempat penahanan khusus para Bandar narkoba.

“Yaitu sesuai kesepakatan Badan Narkotika Nasional dan Polri,” kata Nugraha kepada iapnews.co saat di konfirmasi di halaman kantornya.IMG_5363

Nugraha menjelaskan, Lapas Kelas III Gn. Sindur Kabupaten Bogor tersebut berkapasitas 180 orang. Untuk pengamanannya akan dilakukan penjagaan secara berlapis, yakni melibatkan petugas Kemenkumham Polri dan BNN.

“Untuk penahanan Bandar narkoba semua akan dipusatkan disitu, dengan penjagaan yang super ketat karena penjagaan dibagian dalam akan dilakukan oleh Kemenkumham, dan untuk penjagaan di luar oleh BNN dan Bareskrim Polri,” jelasnya.

Di dalam juga akan disediakan tenaga media khusus, untuk memberikan pelayanan kesehatan para tahanan. Namun untuk pusat rehabilitasi dirinya mengaku masih belum memiliki tempat khusus, karena masih mengandalkan tempat rehabilitasi Lido.

(Febriana)

About admin

Check Also

Berikut Laporan Kunjungan Kerja Komisi E DPRD DKI ke Bali

Seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, DPRD DKI juga membuat laporan setelah melakukan kunjugan …

Leave a Reply