Home / Olahraga / Reuni Messi-Neymar-Suarez di Piala Super Eropa

Reuni Messi-Neymar-Suarez di Piala Super Eropa

capture-20150804-121608

Barcelona tanpa Lionel Messi terasa hambar. Permainan agresif Barca dalam empat laga pramusim ini kehilangan daya kejut tanpa sihir Messi. Wajah Barcelona yang cantik tetapi mematikan baru akan muncul saat reuni Messi-Neymar-Luis Suarez di Piala Super Eropa.

Trisula paling mematikan itu terakhir kali tampil bersama di final Liga Champions melawan Juventus pada 6 Juni. Messi dan Neymar kemudian berangkat ke Cile menjalani Copa America. Suarez berlibur, tak bisa mewakili Uruguay di Copa America, karena masih menjalani hukuman.

Trio lini serang Barca yang musim lalu menceploskan 122 gol itu baru berlatih bersama Kamis pekan lalu. Itu pun sebenarnya Messi mengakhiri liburannya empat hari lebih awal.

Messi, yang membawa Argentina ke final Copa America, menunjukkan gairahnya untuk mengawali musim baru, memburu enam trofi potensial yang dimulai dengan Piala Super Eropa melawan Sevilla, 11 Agustus.

Laga di Stadion Boris Paichadze Erovnuli, Tbilisi, Georgia, itu akan menjadi reuni pertama tridente Barca di laga kompetitif.

Trio lini serang Barca itu diharapkan menciptakan lebih banyak gol. Suarez menjadi simpul permainan karena untuk pertama kali dalam enam tahun terakhir bisa menjalani pramusim yang lengkap.

Dalam empat laga pramusim ini, Suarez menjadi pencetak gol terbanyak dengan tiga gol, masing-masing ke gawang LA Galaxy, Chelsea, dan Fiorentina, Minggu (2/8).

Gol terakhir dicetak Suarez berkat umpan Ivan Rakitic, pemain paling konsisten selama pramusim. Rakitic akan kembali menjadi pendukung Messi-Neymar-Suarez. Peran itu dia nikmati meskipun tidak mudah.

“Ya, benar (saya menikmati bermain bersama Messi, Suarez, dan Neymar), meskipun banyak yang mengatakan mudah bermain bersama mereka, tetapi itu omong kosong,” tegas gelandang tim nasional Kroasia itu.

Rakitic mengatakan, pemain tengah harus mampu menutup celah dalam pertahanan sebagai risiko memainkan Messi-Neymar-Suarez sekaligus.

Rakitic menjalankan perannya itu dengan brilian musim lalu. Ia berjuang membantu Sergio Busquets merebut bola sebelum lawan masuk wilayah Gerard Pique dan Javier Mascherano.

Catatan Enrique

Namun, barisan pertahanan Barca kehilangan karakternya di laga pramusim ini. Mereka kemasukan delapan gol dalam empat laga. Saat melawan Fiorentina, Barca kemasukan dua gol dalam rentang 12 menit, yang diselesaikan oleh striker Federico Bernardeschi, yang tak terkawal.

“Kami melawan tim yang sangat kuat, tetapi kami tidak bisa membiarkan lawan bebas di depan gawang seperti itu,” ujar pelatih Barcelona, Luis Enrique.

Enrique kecewa karena musim lalu Barca hanya kemasukan 19 gol dalam 38 laga di La Liga. Kini, kuartet Pique, Sergi Roberto, Thomas Vermaelen, dan Jordi Alba terlalu rapuh.

Duet Marc Bartra dan Jeremy Mathieu juga tak mampu menghentikan pemain sekelas Eden Hazard saat melawan Chelsea pekan lalu. Barca merindukan Javier Mascherano yang berkarakter petarung, sekaligus tenang dalam situasi sulit.

“Saya tidak senang karena kami kalah dan lini pertahanan harus lebih baik. Kami harus bermain lebih baik lagi, termasuk saat kami menyerang,” ujar Enrique, mantan gelandang Barca.

Lini serang juga menjadi catatan Enrique. Saat melawan Fiorentina, Barca menciptakan delapan tendangan ke gawang, tetapi hanya satu yang jadi gol.

Pedro belum menyatu dengan Suarez, dan Rafinha Alcantara tidak efektif di sayap kanan. Suarez pun terisolasi karena rekannya tidak mampu menarik bek lawan keluar dari posisinya.

Suarez masih harus menunggu Messi dan Neymar hingga Piala Super Eropa pekan depan untuk beraksi sebagai algojo. Saat tridente itu bereuni, Barca menunjukkan wajah aslinya, cantik tetapi mematikan.

(Kompas)

About admin

Check Also

Guardiola Dilaporkan Akan Pindah ke Inggris Setelah Kontraknya dengan Bayern Habis

Pelatih Bayern Muenchen, Pep Guardiola, mengakui dirinya “tidak bisa diganggu” untuk menjawab pertanyaan tentang spekulasi …

Leave a Reply