Home / Hukum / Politik / Presiden Joko Widodo Akhirnya Melakukan Perombakan Kabinet

Presiden Joko Widodo Akhirnya Melakukan Perombakan Kabinet

capture-20150813-082904

Jelang 10 bulan usia pemerintahan, Presiden Joko Widodo akhirnya melakukan perombakan kabinet. Lima menteri dan sekretaris kabinet yang baru dilantik Presiden di Istana Negara Jakarta, Rabu (12/8) siang.

Mereka yang dilantik meliputi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yang menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang menggantikan Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang menggantikan Indroyono Soesilo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil yang menggantikan Andrinof Chaniago, Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang menggantikan Rachmat Gobel, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menggantikan Andi Widjajanto.

Penggantian lima menteri itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 79/P-2015 tentang Penggantian Beberapa Menteri Kabinet Kerja Periode 2014-2019. Adapun penggantian Seskab tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 80/P-2015.

Pelantikan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, pimpinan lembaga negara, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dan menteri Kabinet Kerja. Hadir pula pimpinan partai politik Koalisi Indonesia Hebat, di antaranya Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Terkait perombakan kabinet tersebut, Pramono yang merupakan kader PDIP, menyatakan, Presiden dengan pengalamannya tentu memiliki pertimbangan yang matang untuk melakukan perombakan kabinet hari ini.

Sementara itu, Luhut menyatakan, perombakan kabinet sudah lama diwacanakan publik. Terkait momentum perombakan saat ini, Presiden melihat kebutuhan untuk memperkuat kerja tim untuk menghadapi kondisi ekonomi global.

“Beliau (Presiden) ingin membangun teamwork untuk kondisi global seperti sekarang, (Tim yang) lebih bagus dan lebih solid karena (kondisi) global babak belur. Kita harus amati (kondisi global ini) dengan cermat,” kata Luhut.

Gubernur Banten

Sebelum melantik menteri baru, di tempat yang sama, Presiden melantik Rano Karno sebagai Gubernur Banten untuk sisa masa bakti 2012-2017. Rano, yang sebelumnya merupakan Wakil Gubernur Banten, menggantikan Gubernur Banten non-aktif Ratu Atut Chosiyah yang terjerat kasus korupsi.

Pengangkatan Rano sebagai Gubernur Banten ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 78/P-2015 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur Banten Sisa Masa Jabatan 2012-2017. Surat keputusan itu ditandatangani dan ditetapkan Presiden Jokowi pada 11 Agustus 2015.

“Insya Allah di sisa masa bakti 2012-2017 saya akan kejar untuk pembangunan di Provinsi Banten,” kata Rano.

Di sisa masa jabatan sekitar 17 bulan ini, Rano menyatakan akan fokus pada pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Untuk jangka pendek, ia akan fokus mengatasi persoalan kemarau.

“Banyak kekeringan di daerah Banten. Tetapi di tengah kemarau ini masih ada panen raya. Hari ini ada panen raya di Lebak,” kata Rano.

(Kompas)

About admin

Check Also

Fadli Zon: KPK Harus Diperkuat!

Pimpinan DPR akan menggelar rapat konsultasi dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas revisi UU KPK …

Leave a Reply