Home / Artikel / TIONGKONG TAWAR 100 MILYAR UNTUK PEMBANGUNAN PROYEK INFRASTRUKTUR KEPADA PRESIDEN JOKOWI

TIONGKONG TAWAR 100 MILYAR UNTUK PEMBANGUNAN PROYEK INFRASTRUKTUR KEPADA PRESIDEN JOKOWI

capture-20150818-080048

Satu Penawaran Kerjasama yang baik bagi Indonesia, Tetapi harus dilakukan dengan Kebijakan Presiden yaitu dengan Kemitraan Pintar tanpa cagaran, supaya Indonesia tidak terjerat dengan Permainan Negara-Negara Penjajahan Perekonomian, Karena Tergiur dengan Tawaran Pinjaman Yang Mengiurkan tanpa Para Pemimin Sadari bahwa Mereka telah Menjual Indonesia (Pinjam Harus dibayar dan Pasti ada Cagarannya), Kalau Indonesia tidak bisa bayar Hutang nasib Indonesia akan seperti Yunani.

Solusi Strategis IAP : BOT adalah Solusi terbaik tanpa perlu biaya APBN Pusat atau Daerah.

STRATEGI STAGE ONE

KEMITRAAN PINTAR PEMERINTAHAN ADALAH MURNI UNTUK KEPENTINGAN NKRI DAN RAKYAT;

1.Kita terima Niat Negara China Penawaran Sebagai Investasi bukan Pinjaman.
2.IAP : BOT adalah Strategis Strategi Pembagian Ekuiti Perusahaan Milik Pemerintah dan Investors China ;

MEKANISME IAP: BOT

capture-20150818-083633

Noted: Setelah 100 tahun semua Fasilitas dan Pembangunan adalah Kepemilikan Negara dan Kita tetap kekalkan ekuiti Asing.

Kita Kekalkan ekuiti Asing, Supaya mereka tetap berinvestasi di negara ini dengan kekalnya dan terus memperluaskan Investasi mereka untuk berinvestasi di wilayah-wilayah atau daerah-daerah yang lain di Republik ini. Sebagai strategi investasi jangka panjang Sebagai Strategi Perataan Pertumbuhan Perekonomian Negara keseluruh Provinsi.

(IAP adalah Singkatan I AM PRESIDENT INSTITUTE : BOT adalah BUILD OPERATE AND TRANSFER Versi IAP)

Semoga Sukses Kepada Presiden Jokowi, Jajaran Kabinet Menteri dan Menko Baru dan Solusi Selamatkan Indonesia dari Terjual Kepada Era Penjajahan Perekonomian Dunia.

Strategi dan Niat Penjajahan Perekonomian Dunia, IMF, World BAnk dan Negara-Negara Maju telah Siap Banyak Dana-Dana Reserved dengan biaya Bunga murah tetapi “Para Pemimpin Indonesia harus Hati-hati”?.

Dan Kalau Pemimpin Kita benar-benar Disparate atau Mau Cari Jalan Paling Efektif untuk Keluar dari Krisis Defisit Keuangan dan Ancaman Anjloknya Rupiah?.

Masih ada jalan yang paling efisien? Tanpa Perlu Pilih jalan Pintas Pinjam Dana Asing dari IMF, World Bank atau Negara Maju Lainnya ,Yaitu:

1. Dengan Perintah Presiden, Kita PanggilSemua Pengusaha dan Warga WNI yang menyimpan Dana-Dana Perusahaan atau Pribadi Mereka sebagai Nasabah di Bank-bank di luar negeri dan Kembali Simpan Uang mereka ke bank-bank di Indonesia dengan tawaran Garansi Pajak dan Kemaafan Hukum.

2. BI dan Bank Siap Bayar 20 % Interest Per tahun bagi mereka yang menyimpan Uang Mereka ke bank bank di Republik Indonesia ini sepanjang 5 tahun Pemerintahan Presiden Jokowi.

3. Bagi Perusahaan WNI yang memiliki Kemampuan dan kapabilitas sebagai Pembanggun dan Pengusaha di beri Prioritas sebagai Pembaggun dan Investors bagi Proyek Proyek Infrstruktur yang akan di Banggunkan oleh Pemerintah sesuai Kelayakan teknis dan Kapabilitas mereka sebagai Investors Lokal.

Dengan Strategi ini lebih Efektif, Efisien dan Terjamin Reserved Keuangan BI pasti Meroket dari Defisit Rupiah 279 Triliun Rupiah sekarang Meroket dengan luar Biasa.

Nota: Bayangkan 30% dari 300 Juta dan (90 Juta Rakyat Indonesia yang Kaya) mereka adalah golongan WNI kita yang kaya bergelar billionaire dan trillionaire Class dunia, Mereka ini bisa merubah sebuah negara itu, menjadi kaya atau Miskin.

Kita bayangkan, Kalau Seorang bawa masuk USD 10 Million Dollars Amerika?, berarti kita bawa masuk Uang rakyat kita USD 900 Billion Dollars Amerika. (Negara ada Reserved Keuangan simpanan di Bank Indonesia sejumlah Rp.11,520 Triliun).

Reserved di Bank Indonesia untuk bisa jadi dana Putaran Pembangunan Proyek Infrastruktur dan Perekonomian secara gratis tanpa perlu membingungkan dan merepotkan Pemerintah untuk membayar hutang luar negeri atau instalment biaya bulanan negara lagi dan negara tidak terancam Bangkrut dan tidak ada Colectrol Pinjaman/Gadaian Proyek /SDA dan tidak membebankan Rakyat dan NKRI.

Dan dari Reserved simpanan BI ini Proyek Infrastruktur inilah Bank-Bank di Indonesia Bayar 20% keuntungan Bunga kepada Nasabah-Nasabah WNI yang menyimpan Tabungan atau Fixed Deposit mereka di bank-bank di Indonesia.

Strategis ini tanpa perlu Pemerintah Pinjam Dana Asing lagi dan Negara tidak beresiko terjual? dan Kedaulatan NKRI dan nasib rakyat lebih terjamin selamat. Karena Pinjam Dana Asing Negara perlu di bayar per bulan, Rakyat Bimbang Bayaran Bulan-Bulan, Siapa Bayar dan Kalau Gagal bayar Negara akan Bangkrut dan Terjual kepada Pemiutang adalah Penjajahan Perekonomian Dunia Era Baru dan bagaimana nasib rakyat dan masa NKRI ?.

STRATEGI STAGE 2

DAN STRATEGI INI BOLEH DI BUKA KEPADA INVESTORS ASING PADA TAHUN KE 3 PELAKSANAAN PROGRAM INI.

Semoga Pihak Pemerintah dengan Saran dan Evaluasi Startegi Kami Ini dengan Cermat dan Cerdas tutur Dr. Muhammad Asmi President Director I AM PRESIDENT INSTITUTE Bogor.

“BERSAMA KITA MEWUJUDKAN IMPIAN INDONESIA”

About admin

Check Also

Benny Menganggap Pansus Lebih Penting Ketimbang Pansus Pelindo II

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman menganggap pembentukan panitia khusus (pansus) tentang …

Leave a Reply