Home / Otomotif / Ini Dia Penyebab Motor Boros Bensin

Ini Dia Penyebab Motor Boros Bensin

bengsin
Sepeda motor masih menjadi kendaraan terfavorit di Indonesia. Masyarakat banyak memilih berpergian dengan motor karena praktis dan harga belinya yang menjangkau semua kalangan.
Motor yang memiliki kelebihan irit bahan bakar terus diminati masyarakat Tanah Air. Motor yang memiliki hal tersebut sangat diincar karena dianggap tidak menyusahkan dan tidak menguras kantong.Lalu bagaimana jadinya bila motor yang kita miliki sangat boros soal bahan bakar? Hal itu bisa terjadi karena enam hal berikut:

1. Rantai kendur
Tingkat ketegangan rantai yang kendur menyebabkan tarikan ke roda semakin berat. Sehingga dibutuhkan tenaga dua kali lipat untuk menjalankan sepeda motor pada tingkat kecepatan yang sama.

Tambahan tenaga berarti juga butuh tambahan asupan bahan bakar. Pasalnya, saat menambah tenaga tuas gas ditarik. Pada saat itulah asupan BBM juga bertambah.

2. Laher roda aus
Laher yang telah aus, terutama karena berkarak atau permukaannya telah pecah-pecah atau terluka menjadi putaran roda tidak mulus atau seret. Akibatnya, tarikan motor pun terasa berat.

Pada umumnya, penunggang motor tidak menyadari masalah tersebut. Mereka hanya mengira tarikan tuas gas kurang kuat sehingga mereka menariknya lebih kuat.

3. Kanvas kopling tipis
Bila peranti ini telah menipis maka sebaiknya segera menggantinya. Pasalnya, bila telah tipis maka proses transfer tenaga (baik menambah atau mengurangi) yang dihasilkan oleh mesin ke roda melalui sistem reduksi tidak berjalan lancar.

Transfer tenaga seolah tersendat. Sehingga, banyak tenaga yang terbuang selama prosesi tersebut. Alhasil, banyak bahan bakar yang terbakar secara percuma di ruang bakar mesin alias boros.

4. Kabel dan tuas gas seret
Kedua komponen ini memang terlihat sepele, namun sejatinya memiliki peran dan fungsi yang tidak kalah penting dalam menentukan boros tidaknya motor. Bila tuas atau kabel gas seret alias macet saat ditarik, maka skep di karburator yang semestinya terbuka dan tertutup juga macet.

Skep akan terbuka menganga atau menutup lagi tetapi tidak sempurna kala penunggang motor menarik tuas gas dan mengembalikan posisi tugas gas. Maka bahan bakar pun terus mengalir deras, kendati pengendara tidak menarik tuas gas. Akibatnya, motor boros bahan bakar.

5. Siel piston kaliper rem aus
Bila peranti itu telah aus, yaitu mengeras atau pecah seiring dengan pemakaian maka kerja sistem pengereman tidak akan maksimal. Pergerakan kanvas rem akan seret atau tidak bisa cepat kembali ke posisi semula sesaat setelah pengendara menginjak pedal yang menekan master rem.

Bila posisi kanvas tetap menekan piringan cakram rem atau tromol, maka pada saat itu laju motor juga terasa seret. Sehingga, tanpa sadar penunggang motor akan menarik tuas gas lebih kuat agar laju kendaraannya bertambah.

Padahal, pada saat itulah asupan bahan bakar ke ruang bakar bertambah. Namun, pertambahan itu sia-sia, karena jumlah bahan bakar yang disalurkan lebih banyak sementara tenaga motor masih tetap sama.

6. Gaya berkendara yang salah
Faktor lain penyebab motor boros adalah gaya berkendara penunggang yang salah. Menarik-narik tuas gas yang tak perlu (blayer), terlalu sering memindah posisi gigi yang tidak semestinya, posisi gigi tinggi di saat kecepatan rendah adalah cara berkendara yang menyebabkan motor boros BBM..

Begitu pula dengan memacu motor secara agresif dengan kecepatan yang tidak konstan. Cara berkendara yang salah lainnya adalah,  membawa beban yang melebihi takaran pabrikan.
(Fandy)

About admin

Check Also

Volkswagen Mengakali Uji Emisi Bahan Bakar Mesin Diesel di AS

Usaha Volkswagen mengakali uji emisi bahan bakar mesin diesel di Amerika Serikat (AS) jelas aksi …

Leave a Reply