Home / Breaking News / Bukan Baterai Biasa Baterai Irit dari Styrofoam

Bukan Baterai Biasa Baterai Irit dari Styrofoam

POWER-BANK-324x400

Para peneliti dari Purdue University di Indiana, Amerika Serikat, berhasil mengkonversi sampah styrofoam menjadi elektroda karbon baterai lithium-ion. Terbuat dari serat styrofoam berbentuk kacang yang mengandung karbon nanopartikel dan mikrosit anoda berpolister, baterai ini dapat diisi ulang dan mengungguli baterai konvensional.

Baterai tersebut memiliki dua elektroda, yaitu anoda dan katoda. Anoda berbahan grafit yang berguna menyimpan lithium-ion. “Kami menggunakan banyak bola styrofoam ketika uji coba ini,” kata peneliti pasca-doktoral, Vinodkumar Etacheri, seperti dikutip dari laman Science Daily.

Ide inovasi Etacheri datang dari Vilas Pol, profesor di kampusnya. Saran sederhana dari Pol lantas diramu oleh Etacheri menggunakan limbah styrofoam yang biasa digunakan dalam peti kemas. Setelah diteliti, ujar dia, ternyata anoda hasil inovasinya dapat mengisi daya lebih cepat dan berkapasitas lebih besar ketimbang anoda pada baterai biasa.

Etacheri dan timnya sempat kesulitan mengumpulkan bola styrofoam tersebut. Meski limbah styrofoam berlimpah, hanya 10 persen yang bisa didaur ulang. “Banyak bola yang tingkat kepadatannya rendah,” ujar Vilas Pol. Styrofoam kacang itu dipanaskan dalam tungku dengan suhu 500-900 derajat Celsius.

“Jangan lupa masukkan garam sebagai logam transisi,” tutur Pol. Bahan-bahan tersebut kemudian menjadi anoda. Etacheri mengklaim cara ini terbilang ramah lingkungan dan potensial untuk manufaktur dalam skala besar. Alasannya, hasil analisis membuktikan mikrostruktur dan morfologinya memungkinkan anoda lebih awet.

Partikel anoda baterai ini, kata dia, sepuluh kali lebih besar daripada anoda biasa. “Karena berbahan tipis dan berpori, akan ada kontak lebih baik antara anoda dan cairan elektrolit dalam baterai,” ucap Etacheri. Temuan tersebut ditampilkan dalam pertemuan American Chemical Society National Meeting & Exposition ke-249 di Denver, Amerika Serikat.

Anoda bola-bola styrofoam ini menunjukkan kapasitas maksimal sebesar 420 mAh per gram. Angka tersebut lebih tinggi daripada anoda biasa, yang hanya 372 mAh per gram.

(Tempo)

About admin

Check Also

FIFA Temui PSSI dan Menpora

  Delegasi FIFA telah tiba di Jakarta, Minggu (1/11/2015). Rencananya, mereka bakal menemui Ketua Umum …

Leave a Reply