Home / Hukum / Ekonomi / OJK Mendukung Pertumbuhan Industri Ekonomi Kreatif dan UMKM

OJK Mendukung Pertumbuhan Industri Ekonomi Kreatif dan UMKM

Muliaman-Hadad-bm-300x350

Otoritas Jasa Keuangan mendukung pertumbuhan industri ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mendorong peningkatan pembiayaan ekspor melalui sektor keuangan.

“Kontribusi ekonomi kreatif besar, yaitu peringkat enam penyumbang PDB Nasional dengan krontribusi rata-rata hampir delapan persen PDB, selain itu juga menyumbang hampir 10 persen terhadap ekspor nasional,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad ketika jumpa pers di Jakarta, Senin (28/9).

Upaya ini dilakukan OJK dengan menyusun kesepakatan kerja sama antara Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dengan Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

“Sudah saatnya kita fokus pada pengembangan industri ini, saya percaya bahwa penyediaan akses keuangan pada industri ini akan mampu mengakselerasi berkembangnya industri kreatif, karena akses terhadap pembiayaan adalah salah satu kendala terbesar pada saat ini,” katanya.

Ruang lingkup kerja sama yang diatur dalam nota kesepahaman ini mencakup pemberian Penjaminan Pembiayaan Berorientasi Ekspor dan Ekonomi Kreatif yang terdiri dari pertama, Perjanjian kerja sama tentang pemberian pembiayaan oleh anggota APPI.

Kedua, Perjanjian kerja sama tentang pemberian penjaminan oleh anggota Assippindo. Ketiga, perjanjian tentang pemberian pembiayaan dalam rangka ekspor oleh LPEI dan perjanjian kerja sama lainnya dalam rangka sinergi industri keuangan nonbank guna mendorong ekonomi kreatif.

Diharapkan atas kerja sama tersebut ekonomi kreatif dapat tumbuh secara optimal guna mempercepat pertumbuhan perekonomian nasional.

MoU ini ditandatangani langsung oleh Ketua Asippindo Diding S Anwar, Direktur Pelaksana LPEI Isnen Sutopo, serta Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno. Dengan Kemitraan strategis ini bertujuan mewujudkan sinergi dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui akselerasi Pembiayaan Beriorientasi Ekspor di sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Sementara itu, Ketua Asippindo Diding S Anwar mengatakan volume penjaminan dari sektor industri keuangan non bank saat ini sedang banyak permintaan. Salah satu anggota Asippindo, Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) bahkan merilis volume sektor penjaminan nonbank mengalami kenaikan 451,94 persen dari Rp702,29 miliar pada semester I 2014 menjadi Rp3,17 triliun pada semester I 2015.

(Skalanews)

About admin

Check Also

Harga Emas Dunia Menurun

  Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam pada perdagangan Kamis …

Leave a Reply