Home / Uncategorized / Ban Ki-moon Mengutuk Serangan Udara yang Menewaskan Staf Medis

Ban Ki-moon Mengutuk Serangan Udara yang Menewaskan Staf Medis

2252928743

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Sabtu (3/10) dengan keras mengutuk serangan udara yang menewaskan staf medis dan warga sipil di satu rumah sakit di Afghanistan Utara.

Ban menyerukan penyelidikan menyeluruh yang tidak memihak mengenai serangan tersebut, guna memastikan siapa yang bertanggung-jawab.

“Sekretaris Jenderal dengan keras mengutuk serangan udara di Kunduz, Afghanistan, yang mengakibatkan tewas dan cederanya pekerja medis serta pasien di satu rumah sakit Medecins Sans Frontieres pada 3 Oktober,” demikian isi satu pernyataan yang dikeluarkan di Markas Besar PBB, New York, oleh juru bicara Ban.

“Sekretaris Jenderal mengingatkan bahwa rumah sakit dan personel medis secara jelas dilindungi berdasarkan hukum kemanusiaan internasional,” kata pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua -yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. “Ia menyerukan penyelidikan menyeluruh dan tak memihak guna menjamin ketidak-stabilan.”

Pada Sabtu dini hari, serangan udara dilaporkan dilancarkan oleh pasukan AS di Afghanistan menghantam rumah sakit Medecins Sans Frontieres atau MSF di Kota Kunduz, Ibu Kota Provinsi Kunduz di Afghanistan Utara, menewaskan 19 orang dan melukai 37 orang lagi.

Pada Sabtu pagi, Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani menyampaikan kesedihan yang mendalam sehubungan dengan tewas dan cederanya warga sipil dan staf medis setelah serangan udara yang menghantam rumah sakit tersebut.

“Medecins Sans Frontieres telah mengoperasikan satu-satunya rumah sakit di Kunduz dalam kondisi yang sangat penuh cobaan,” kata pernyataan PBB itu. “Sekretaris Jenderal memuji staf organisasi tersebut yang berani dan berdedikasi dan menyampaikan simpati yang paling dalam kepada keluarga mereka yang tewas dan cedera dalam serangan ini.”

Di antara korban jiwa dalam serangan udara tersebut terdapat tiga anak kecil, kata laporan itu. Kelompok bantuan tersebut menyatakan semua petunjuk memperlihatkan rumah sakit mereka di Kunduz dibom oleh pasukan NATO-AS. Di dalam satu pernyataan, kelompok tersebut menuntut “pertanggung-jawab penuh dan transparan” mengenai pemboman udara koalisi itu di Kunduz.

Sebelumnya, pasukan AS di Afghanistan yang mendukung pasukan Afghanistan dalam perang mereka melawan Taliban dan pelaku teror mengatakan penyelidikan “telah dimulai mengenai kasus tersebut”.

Presiden Afghanistan mengatakan, “Pasukan Pertahanan dan Keamanan Afghanistan dan sekutu kami dalam Misi Dukungan Tegas berkwajiban menjamin keselamatan warga dan melakukan ketepatan penuh dalam operasi militer.”

Dalam satu serangan mengejutkan, petempur Taliban merebut banyak bagian Kota Kunduz, 250 kilometer di sebelah utara Kabul, pada Senin (28/9) dan pasukan pemerintah mulai melancarkan serangan balasan pada Kamis (1/10). Sejauh ini, kata polisi Kunduz, ratusan anggota Taliban telah tewas.

(Skalanews)

About admin

Check Also

Peluang Usaha Banyak Dimanfaatkan di Bulan Ramadhan

Naiknya pangan mendorong banyak peluang usaha untuk berjualan, karena pendapatan mereka dapat lebih tinggi dibulan …

Leave a Reply