Home / Nasional / Kuasa Hukum Oc Kaligis Minta Hahim Hadirkan Deputi Pencegahan KPK

Kuasa Hukum Oc Kaligis Minta Hahim Hadirkan Deputi Pencegahan KPK

ocsah

Salah seorang anggota kuasa hukum OC Kaligis meminta kepada Majelis Hakim agar menghadirkan Deputi Pencegahan KPK.

Pasalnya, petugas lembaga anti korupsi itu tidak bekerja saat proses penyadapan telepon antara kliennya dengan anak buahnya M Yagari Bhastara Guntur atau Gerry terkait merencanakan suap Hakim PTUN Medan.

“Kami minta bagian pencegahan KPK dihadirkan dalam sidang. Sebab, secara tempus (waktu) penyadapan dilakukan sebelum tindak pidana terjadi yaitu tanggal 9 Juli,” tuturnya saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/9) malam.

Anggota Advokat Indonesia (AAI) itu pun menyebutkan, seharusnya KPK bisa melakukan pencegahan adanya rencana tindak pidana. “Bukannya memantau sampai tindak pidana tersebut terjadi itu namanya penjebakan,” ungkapnya.

Mendengar hal itu, jaksa KPK Yudi Kristiana menjelaskan, bahwa kegiatan penyadapan merupakan bagian dari proses penyelidikan. “Yang nantinya akan menjadi landasan bukti untuk dimulainya penyidikan,” tuturnya.

Namun, pihak kaligis tetap bersikukuh dan kembali meminta agar Majelis Hakim yang dipimpin Sumpeno menghadirkan bagian pencegahan KPK.

Hakim Sumpeno pun menyarankan agar hal itu ditulis pihak kuasa hukum saja sebagai bahan pembelaan nanti. “Lagi pula pihak jaksa KPK sudah memilah-milah mana yang layak untuk bersaksi,” jelas Sumpeno.

Dalam persidangan jaksa memutarkan rekaman percakapan Kaligis dengan anak buahnya M Yagari Bhastara Guntur atau Gerry terkait laporan agenda sidang putusan sengketa Pemprov Sumut terhadap Kejaksaan Tinggi Sumut yang akan digelar pada 7 Juli 2015.

OC Kaligis pun memerintahkan kepada Gerry untuk segera berangkat ke Medan. “Kau kasih lah itu dolarnya dulu,” kata OC Kaligis kepada Gerry dalam rekaman tersebut.

Gerry pun mengakui, bahwa yang dimaksud bosnya adalah jatah untuk Sekretaris Panitera Syamsir Yusfran sebesar seribu dolar AS.

Selanjutnya setelah gugatan Pemprov Sumut dikabulkan pada 7 Juli 2015, Syamsir mengatakan kepada Gerry bahwa Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro menanyakan keberadaan OC Kaligis. Selain itu, Syamsir mengatakan ke Gerry bahwa Tripeni ingin mudik lebaran.

Gerry pun melaporkannya hal itu ke OC Kaligis. Pada tanggal 9 Juli, akhirnya hanya Gerry yang ke kantor PTUN Medan karena OC Kaligis sedang berada di Bali untuk menangani sebuah perkara.

Saat itu, Gerry memberikan uang sebesar 15 ribu dolar kepada Tripeni. “Setelah itu saya turun, saya di-OTT (operasi tangkap tangan, red),” katanya.

(Skalanews)

About admin

Check Also

Berikut Laporan Kunjungan Kerja Komisi E DPRD DKI ke Bali

Seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, DPRD DKI juga membuat laporan setelah melakukan kunjugan …

Leave a Reply