Home / Breaking News / Pertarungan Epik Satu Dekade Terakhir

Pertarungan Epik Satu Dekade Terakhir

motor-55dba69c92fdfdae0dee0806

Di ajang balap kelas utama era modern, ada beberapa balapan yang dikenang, mulai 2006-Estroil, 2008-Laguna Seca, 2009-Catalunya, 2012-Brno, dan 2015-Assen. Namun GP Australia 2015 yang berlangsung Minggu (18/10/2015) di Sirkuit Phillip Island, sudah dianggap bergabung dalam deretan itu.

Di luar dugaan, pertarungan sungguh seru dari start sampai finish. Empat rider terlibat persaingan sengit dan sangat panas. Pertemanan dan nasionalisme dibuang sementara untuk klaim sebagai yang terbaik saat Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Andrea Iannone, dan Valentino Rossi memberikan pertarungan epik (bersejarah), mungkin yang terbaik dalam satu dekade terakhir.

Aksi dimulai sejak lampu hijau menyala. Tiap putaran selalu diisi dengan drama seru dan saling mendahului. Aksi kejar-kejaran di lap terakhir? Phillip Island 2015 punya itu semua. Tempat ini juga menjadi saksi bahwa gelar juara dunia MotoGP 2015 masih abu-abu.

Meski praktis tinggal Rossi dan Lorenzo yang memperebutkan gelar juara, namun Marquez dan Iannone membuktikan, bahwa mereka masih sanggup berbicara dan tidak boleh dikesampingkan.

Marquez terkenal dengan kemampuannya memproduksi rekor lap tercepat. Tapi saat lap terakhir di GP Australia, dia melakukannya lebih baik lagi, layak disebut masterpiece.

Dengan ban depan yang kepanasan dan ban belakang yang mendekati titik nadir, pebalap Repsol Honda itu menyelesaikan satu lap dengan waktu 1 menit 29,280 detik, yang tidak hanya melibas Lorenzo, tetapi juga meninggalkan pebalap Yamaha itu 0,249 detik!

Dalam balapan ini Iannone juga patut diberi lima bintang. Dia berkendara tidak seperti biasanya. Pebalap Italia itu bergabung dengan para ”alien” yang haus poin dan rekor, memaksa Rossi dan Marquez bekerja ekstra. Beberapa kali mesin ganas Ducati membantunya di trek lurus dan itu sangat impresif. Jelas, Iannone adalah batu sandungan untuk Rossi dan Lorenzo di Sepang dan Valencia.

Lorenzo tentu sedikit dendam, kemenangan di depan mata tiba-tiba dipatahkan Marquez dengan tragis. Pebalap Spanyol itu haus menang dan poin, apalagi, dia belum pernah menang di Sepang. Posisi paling baik adalah menempati podium ke-2 pada 2012. Dia harus bergabung di level Marquez dan Iannone jika ingin bertahan dari kejaran sang maestro, Valentino Rossi.

11 poin kini memisahkan Rossi dari Lorenzo. Sebenarnya buat Rossi, sudah cukup finish ke-2 di Sepang dan Valencia, meski Lorenzo menang terus. Tapi dengan Iannone dan Marquez yang masih haus rekor, tidak ada yang bisa menggaransi semua teori.

(MotoGP)

About admin

Check Also

FIFA Temui PSSI dan Menpora

  Delegasi FIFA telah tiba di Jakarta, Minggu (1/11/2015). Rencananya, mereka bakal menemui Ketua Umum …

Leave a Reply